Bobotoh Persib Soroti Kejanggalan Laga Bali United Vs Arema

SocialBerita.com – Kekalahan Arima FC dari Bali United membuat Percep Bandung kesulitan mencari juara Liga 1 2021.

Pada Selasa 3 Mei 2022, Bali United mencetak gol dalam satu menit perpanjangan waktu dalam kemenangan 2-1 atas di Stadion Gelora Ngurah Rai di Bali, Denpasar.

Kemenangan Bali United atas Arima menambah jarak antara Bali dan Persip Bandung yang berada di posisi kedua dengan selisih tiga poin.

Bagi Arima, kekalahan ini sekaligus memupus harapan mereka untuk menjuarai La Liga 2021/2022.

Usai laga, Bali United saat ini memimpin tim dengan 69 poin dari 31 laga.

Persip Bandung berada di urutan kedua dengan 66 poin.

Bayangkara FC berada di urutan ketiga dengan 59 poin.

Persibaya Surabaya berada di urutan keempat dengan 59 poin.

Arema FC berada di peringkat kelima dengan 58 poin.

Beberapa fans Percep Bandung merasa sangat aneh melihat kemenangan Bali United atas Arima pada pertandingan tadi malam.

Pasalnya, Arima bisa membuka skor lewat penalti Carlos Fortes di menit ke-33 babak pertama.

Namun, pada menit ke-9, Arima memberi Bali United peluang untuk menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Dendi Santoso pada menit ke-42.

BACA JUGA :   Pertandingan Italia vs Bulgaria di Kualifikasi Piala Dunia

Di penghujung babak kedua, Bali United mendapat hadiah penalti setelah Pebiano Beltrame melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Bar dan Nouri yang bertindak sebagai eksekutor mampu melakukan yang terbaik untuk menjebol gawang Adelsson Maringa di menit 90+1.

Ofisial Viking Persib Club (VPC) Dadan Garenick mengaku kaget dengan apa yang terjadi pada Arema FC setelah melihat jalannya pertandingan dan hasil yang diraih kedua tim.

Menurutnya, tim bernama Singo Edan yang butuh tambahan poin untuk masuk lima besar hingga akhir musim tidak bermain seperti biasanya.

“Sebelumnya teman-teman kami (VPC) memberi tahu kami bahwa kami terkejut dan bahwa Arima bisa bertarung dan menang di Bali United, tetapi di babak kedua permainan berubah secara dramatis karena peluang terus terbuka berulang kali. ,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (15/3/2022).

Kejadian aneh lainnya terjadi menjelang akhir pertandingan, ketika wasit yang memimpin pertandingan ternyata berpihak pada Bali United.

Dalam setiap duel antara pemain voli dan pemain Arima, jika pemain Arima memenangkan bola, itu langsung dianggap pelanggaran.

Namun, jika Bali United bisa menguasai bola, wasit tak bergeming untuk meniup peluit. Pelanggaran terjadi di kotak penalti sebelum pertandingan berakhir.

BACA JUGA :   Bali United vs Persik Dibuka Dengan Kemenangan Cerdadu Tridatu

“Ya, bagaimana. Saya tidak ingin suudzon tapi aneh. Bagaimana itu bisa terjadi? Jadi, Arima, apa masalahmu pada dasarnya?” katanya.

Ia juga ingin Persep lebih fokus pada timnya ketimbang mengandalkan hasil pertandingan lawan lain agar bisa menyapu bersih di tiga laga tersisa.

“Intinya, kami optimis Persip bisa membereskan dan memenangkan sisa pertandingan selanjutnya. Sekarang bagus bermain maksimal dan menentukan nasib dengan terus menang hingga akhir,” ujarnya.

Kepala Viking Garut Abha Dade juga mengungkapkan kekecewaannya dengan peralatan saat pertandingan antara Bali United dan Arima FC.

Kepada Tribunjabar.id, Selasa (15/3/2022) ia mengatakan “sadarlah”.

Menurutnya, jika Bali United bermain imbang dengan Arima, Percep Bandung akan terpaut satu poin.

Selisih satu poin akan sangat bermanfaat bagi Persib Bandung terbaik saat ini.

Selisih satu poin akan membuat Bali United panik karena Persep kembali bermain di panggung terbaiknya, menyapu bersih setiap pertandingan, katanya.

Apapun hasilnya di akhir musim, dia mengatakan Percep Bandung akan tetap menjadi pahlawan di hati semua pemain.

Karena inilah kebanggaan sejati Persib, apalagi jika sisa pertandingan tersingkir dengan kemenangan.

BACA JUGA :   Perjalanan Greysia Polii Menuju mendali Emas Olimpiade Tokyo

“Persip memang tidak menang tahun ini, tapi dia tetaplah pahlawan, khususnya di hati ABBA dan dunia pada umumnya,” ujarnya.

Kekecewaan juga diungkapkan pengamat sepak bola Wawan Dermawan, pelatih Popoto Pam Sippioning. Menurutnya, tendangan penalti yang diberikan kepada Bali United pada menit ke-91 babak pertama cukup kontroversial.

Pelanggaran wasit terhadap zona terlarang merupakan hadiah dari Bali United untuk menambah jarak atau menghalangi peluang Percep Bandung untuk menang musim ini.

“Penghargaan penalti ini seperti penalti kontroversial dan terjadi di menit-menit akhir karena melihat tayangan ulang sepertinya Fabiano tidak melakukan pelanggaran. Namun wasit tetap memberikan poin penalti untuk Bali United yang mencetak skor akhir. 2 – Berubah menjadi 1 untuk memenangkan Bali United.

Hasil ini jelas membuat langkah Persep cukup sulit untuk membuatnya tetap dekat setelah Bali United yang berada di puncak klasemen.

“Ini tugas yang sulit bagi Robert René dengan kemenangan Bali United, karena dia harus menghadapi Persibaya saat dia tertinggal tiga poin dan Persip perlu mencetak dua gol atau lebih untuk menang. Jika Anda ingin terus menaiki tangga kejuaraan.” .