Inilah Gejala Asma Yang Wajib Anda Waspadai
Inilah Gejala Asma Yang Wajib Anda Waspadai

Inilah Gejala Asma Yang Wajib Anda Waspadai

Gejala Asma – Asma adalah penyakit paru-paru kronis (jangka panjang). Penyakit ini mempengaruhi sistem pernapasan, yang berperan sebagai jalur masuk dan keluarnya udara dari paru-paru.

Rilis Mayo Clinic, Dengan asma, saluran udara bisa menjadi meradang dan menyempit, dan mereka bisa menghasilkan lendir ekstra.

Asma merupakan penyakit yang dapat menyerang segala usia. Pada beberapa orang, asma hanyalah gangguan kecil. Namun bagi sebagian lainnya, asma bisa menjadi masalah utama yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa berujung pada serangan asma yang mengancam jiwa.

Asma adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, gejalanya dapat dikendalikan.

Gejala asma yang harus diwaspadai Seseorang penderita asma mungkin mengalami berbagai gejala, dari yang ringan hingga yang lebih parah. Berikut adalah beberapa gejala  yang lebih umum:

1. Sesak nafas

Gejala  yang paling umum adalah kesulitan bernapas atau sesak napas. Beberapa orang dengan asma menemukan bahwa kondisinya memburuk dengan olahraga atau aktivitas dan dapat membuat mereka tidak aktif.

BACA JUGA :   Ciri-Ciri Masuk Angin dan Cara Mengatasinya

Adalah normal bagi kebanyakan orang untuk mengalami sesak napas saat berolahraga. Namun, jika keluhan terasa tidak normal atau mengarah pada gejala penyakit asma, ada baiknya bagi siapa saja untuk dapat memeriksakan diri ke dokter.

Kabar baiknya adalah jika asma terkontrol dengan baik, kebanyakan orang dapat berolahraga tanpa masalah. Beberapa orang mungkin merasa sulit untuk bernapas dalam-dalam atau dalam. Salah satu gejala serangan asma adalah kesulitan bernapas.

2. Dada sesak

Dada sesak sering digambarkan sebagai beban berat di dada atau perasaan seolah-olah ada benang yang mengencang di sekitar dada. Dada sesak juga bisa terasa seperti nyeri tumpul atau nyeri dada yang tajam.

Kondisi ini bisa membuat Anda sulit bernapas dalam-dalam. Penting untuk dicatat bahwa mengalami satu atau lebih gejala di atas dapat berarti bahwa seseorang menderita asma. Risiko mengembangkan asma meningkat jika:

BACA JUGA :   Tips Supaya Anak Suka Cemilan sehat

Risiko mengembangkan asma meningkat jika:

Gejala terus datang kembali
lebih buruk di malam hari
Terjadi saat bereaksi terhadap pemicu, seperti olahraga, cuaca, atau alergi

Siapa pun yang mencurigai mereka memiliki gejala  harus membuat janji dengan dokter mereka sesegera mungkin. Dokter Anda dapat membantu menentukan apakah itu asma atau sesuatu yang lain, seperti infeksi dada, refluks asam, atau pilek.

3. Batuk

Batuk yang terus datang kembali bisa menjadi gejala penyakit asma. Menurut Asthma UK and British Lung Foundation Partnership, batuk lebih mungkin menjadi tanda atau gejala penyakit asma jika disertai dengan gejala asma lainnya, seperti mengi, sesak napas, atau sesak dada.

Tidak semua penderita asma mengalami batuk. Seseorang dengan asma yang tidak terkontrol mungkin memiliki lendir yang kental dan jernih saat batuk. Perawatan yang tepat dapat mencegah penderita asma batuk sepanjang waktu.

4. Mengi

Mengi adalah suara siulan bernada tinggi yang berasal dari sistem pernapasan. Suara ini biasanya lebih jelas saat Anda menghembuskan napas.

BACA JUGA :   Penyebab Jerawat di Hidung dan Cara Menghilangkannya

Namun, mengi masih dapat terdengar selama proses inhalasi atau inhalasi. Beberapa orang merasa asma tidak dianggap serius karena tidak mengalami mengi.

Padahal, seseorang mungkin masih menderita asma meski tidak terlihat mengi. Oleh karena itu, tidak ada yang harus menunda kunjungan ke dokter jika mereka mencurigai mereka memiliki gejala.

Menjelaskan gejala penyakit asma ke dokter

Sebelum berbicara dengan dokter, siapa pun yang mencurigai gejala asma harus dapat membuat buku harian untuk mencatat terjadinya gejala.

Meringkas berita medis hari ini, mencatat kapan gejala terjadi dapat membantu memahami etiologi gejala. Buku harian ini kemudian akan membantu dokter memahami dan menilai kondisinya dengan benar.

Seseorang juga dapat mencoba merekam gejalanya jika sulit dijelaskan. Ada beberapa tes yang berbeda untuk asma. Jadi dokter mungkin tidak bisa mendiagnosis secara langsung.

Mengobati asma sejak dini penting untuk mencegah kerusakan paru-paru jangka panjang dan membantu menjaga kondisi agar tidak semakin parah.